Akhir bahagia bukan milik kita
Tidak mampu aku pungkiri, aku ingin jadi bagian dari hidupmu, tidak peduli apa yang harus aku lakukan dan pertaruhkan. Tapi semakin aku gapai dan aku genggam, bayanganmu semakin menghilang hanya menyisakan kekosongan. Kini aku menyadari satu hal bahwa, kau dan aku tidak pernah ditakdirkan untuk berada dalam kisah yang sama. Percaya atau tidak begitulah kenyataannya. Semakin keras aku genggam akan semakin sakit, itu terjadi dari hati kehati. Takdir kita memang sudah jelas berbeda, kita sama sama mencoba bertahan dengan satu alasan yaitu CINTA. Tapi nyatanya jalan yang kita lalui selalu banyak duri, lantas kenapa kita tidak menyerah saja ? iya menyerah dengan takdir yang sudah tersirat. Semua itu sudah jelas kita tidak akan pernah bisa menyatu. Sama halnya dengan kita berjalan diatas pecahan kaca, karena setiap langkah kita hanya akan menuai luka. Mungkin kita terlalu bodoh, jika kita masih mengelak apa yang sudah ditakdirkan allah untuk kita. Maka coba berhenti dan renungkan...