Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Akhir bahagia bukan milik kita

Tidak mampu aku pungkiri, aku ingin jadi bagian dari hidupmu, tidak peduli apa yang harus aku lakukan dan pertaruhkan. Tapi semakin aku gapai dan aku genggam, bayanganmu semakin menghilang hanya menyisakan kekosongan. Kini aku menyadari satu hal bahwa, kau dan aku tidak pernah ditakdirkan untuk berada dalam kisah yang sama. Percaya atau tidak begitulah kenyataannya. Semakin keras aku genggam akan semakin sakit, itu terjadi dari hati kehati. Takdir kita memang sudah jelas berbeda, kita sama sama mencoba bertahan dengan satu alasan yaitu CINTA. Tapi nyatanya jalan yang kita lalui selalu banyak duri, lantas kenapa kita tidak menyerah saja ? iya menyerah dengan takdir yang sudah tersirat. Semua itu sudah jelas kita tidak akan pernah bisa menyatu. Sama halnya dengan kita berjalan diatas pecahan kaca, karena setiap langkah kita hanya akan menuai luka. Mungkin kita terlalu bodoh, jika kita masih mengelak apa yang sudah ditakdirkan allah untuk kita. Maka coba berhenti dan renungkan...

Sebatas Mengingat

Bertemu di tanggal 8 untuk ke 39 kalinya dengan status yang berbeda. Bukan hal yang mudah melepas sesuatu yang hampir tergenggam. Kamu tahu? Kupu kupu rindu ini belum menemukan bunganya sendiri. Mungkin kita hanya sebatas apa yang disimpan hujan pada awan mendung tapi tak jatuh, iya hanya sebatas itu. Masih teringat jelas pesan singkatmu, katamu ;  "kamu adalah hal pertama yang aku ingat saat ku membuka mata dan hal terakhir yang aku bayangkan saat aku menutup mata."  dan kini pesan singkatmu terasa semu dan abuabu.