Rindu di atas angin


Senja terlalu buru buru berlalu, padahal aku baru akan mewarnai langit untukmu, dengan warna warna rinduku yang selalu biru. Dan kini aku harus menyibukan diri membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. karena ketika aku melakukan itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik. Jangan ditanya seberapa berat aku harus melakukan itu setiap hari bahkan setiap detik.
Bagi orang - orang yang memendam rindu, maka yang ditunjukannya hanyalah bagai gunung es didalam samudra. hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu dibagian dalamnya. Besar sekali yang tersembunyi.

Dulu aku pernah memiliki  satu rindu yang utuh dari diriku untukmu, rinduku tak bernah bersentuhan hanya tersampaikan lewat doa. "aku merindukanmu" kata ku. Semoga kau pun merasakan hal yang sama ketika kau mengingat namaku.
Kau masih saja nama yang ingin ku pahat dibulan desember, nama yang sampai sekarang masih tertata rapi disudut hatiku. "kau mencintaiku" katamu. tapi kita hanya punya kisah yang begitu pendek untuk kita tuliskan pada jarak yang teramat panjang.

Mungkin bila sampai masanya nanti, kupu kupu rindu ini telah menemukan bunganya sendiri, engkau bukan lagi mawar yang pantas mekar dihatiku sebab pernah tertusuk duri durimu membuatku terbangun pada kenyataan kenyataan tanpa dirimu.

Dibawah langit yang sama ditempat yang berbeda dengan orang yang berbeda :)


Kutipan : Tereliye

Komentar