Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Akhir? kurasa bukan

S an gat bisa ku mengerti mengapa kau dengan tega membunuh rasa yang dulu sempat singgah, tak seindah cerita dalam dongeng memang tapi ingat kah engkau, pernah kita tertawa dan bahagia dalam rasa yang mungkin kini telah mati. Dan ku rasa ini bukan akhir, ini mungkin jalan terjal menuju kebahagiaan Dari dulu pun aku tak pernah menjanjikan kebahagiaan untuk mu, karena aku pun sadar entah bisa atau tidak aku memberi kebahagiaan itu untuk mu. "kita yang bikin kebahagiaan itu kita sendiri" kira-kira seperti itu kata mu dulu, hati ini tersenyum lebar selebar pintu neraka akan menerima ku saat kau mengucap kata tersebut. Aku tau ini salah ku. Mungkin jika dulu aku tak masuk ke dalam kehidupan mu kau tak kan merasa sesakit sekarang, tapi percayalah jika aku pun tak pernah ingin kau terluka dan menangis. Sebisaku ku coba tuk hapus air mata mu, mungkin berhenti mengalir namun aku tak pernah tau perasaan mu. Terlalu banyak kau sembunyikan rasa dari ku karena aku tau saat ceria dan t...

Mengertikah kamu, jika kepergian selalu menyisakan luka ?

Pernahkah kamu berpikir bahwa mungkin saat itu kamu adalah sosok yang seharusnya belajar bagaimana menghargai perasaan? Seharusnya tak perlu kamu membuang waktumu untuk sesuatu yang akhirnya akan kamu tinggalkan. Berulang kali kau meninggalkan perempuan baik baik yang selalu menemani. Kamu belum menyadari bahwa ialah sosok yang selama ini berjuang untuk mendukung semua cita citamu. Mengertikah kamu jika kepergian selalu menyisakan luka? nampaknya kamu lupa bahwa dia perempuan biasa yang bisa terluka. Ia mempertahankan keberadaannya, mempertahankan seseorang yang jelas jelas tidak mau digenggam. Penyesalan sedalam apapun rasanya tak akan membuatnya kembali. Kini bisa kamu lihat sekarang ia telah bahagia dengan lelaki pilihannya — yang jelas tak akan pernah mencoba dengan sengaja untuk meninggalkannya. Biarkan aku memberitahumu sesuatu. Untuk apa kamu sibuk mencari perempuan yang melengkapi jika selama ini ia ada di sisi? Sekali perempuan baik-baik sudah datang menghampiri, apa lagi yan...