Desember (lagi)
Masih bercerita tentang desember dengan rasa yang sama dan status yang berbeda.
Hanya rindu bukan maksud hati untuk mencongkel kenangan yang udah lama terkubur, aku hanya merindu dan aku hanya mampu mengungkapkan lewat tulisan ini yang entah kapan bakalan kamu baca :')
Hanya rindu bukan maksud hati untuk mencongkel kenangan yang udah lama terkubur, aku hanya merindu dan aku hanya mampu mengungkapkan lewat tulisan ini yang entah kapan bakalan kamu baca :')
Dalam banyak hal aku kehilanganmu, kehilangan pesan pesan singkatmu yang dulu selalu memenuhi isi kotak pesanku.
Aku kehilangan sapaan pagimu yang selalu mampu membuat pagiku lebih bersemangat.
Aku kehilangan suara manjamu yang tiap hari mengeluh tentang semua aktifitasmu.
Aku kehilangan sapaan pagimu yang selalu mampu membuat pagiku lebih bersemangat.
Aku kehilangan suara manjamu yang tiap hari mengeluh tentang semua aktifitasmu.
"Aahhh aku merindukan segalanya!"
Kamu tau? Aku masih menyukai kebiasaanku berdiam diri dikamar dan menikmati beragam novel dengan berpuluh puluh lagu yg bergantian mengisi kesunyiannya.
Aku masih suka berjam jam nonton drama korea yang kamu bilang pemainnya cantik cantik semua, ahh apa kamu masih sama? 'masih menyukai sepak bola kebanggaanmu?'
Kamu tau? Aku masih menyukai kebiasaanku berdiam diri dikamar dan menikmati beragam novel dengan berpuluh puluh lagu yg bergantian mengisi kesunyiannya.
Aku masih suka berjam jam nonton drama korea yang kamu bilang pemainnya cantik cantik semua, ahh apa kamu masih sama? 'masih menyukai sepak bola kebanggaanmu?'
Mungkin kita hanya sepasang yang tidak beruntung, kita tidak pernah ditakdirkan ditakdir yang sama. Kita hanya dipertemukan dan kemudian dipisahkan.
Hanya mengenal tanpa perlu saling memahami.
Hanya datang dan tidak pernah singgah.
Hanya datang dan tidak pernah singgah.
Masih dbawah langit yang sama dengan cerita yg berbeda :')
Komentar
Posting Komentar