Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Desember (lagi)

Masih bercerita tentang desember dengan rasa yang sama dan status yang berbeda. Hanya rindu bukan maksud hati untuk mencongkel kenangan yang udah lama terkubur, aku hanya merindu dan aku hanya mampu mengungkapkan lewat tulisan ini yang entah kapan bakalan kamu baca :') Dalam banyak hal aku kehilanganmu, kehilangan pesan pesan singkatmu yang dulu selalu memenuhi isi kotak pesanku. Aku kehilangan sapaan pagimu yang selalu mampu membuat pagiku lebih bersemangat. Aku kehilangan suara manjamu yang tiap hari mengeluh tentang semua aktifitasmu. "Aahhh aku merindukan segalanya!" Kamu tau? Aku masih menyukai kebiasaanku berdiam diri dikamar dan menikmati beragam novel dengan berpuluh puluh lagu yg bergantian mengisi kesunyiannya. Aku masih suka berjam jam nonton drama korea yang kamu bilang pemainnya cantik cantik semua, ahh apa kamu masih sama? 'masih menyukai sepak bola kebanggaanmu ?' Mungkin kita hanya sepasang yang tidak beruntung, kita tidak pernah di...

December Gone!

Masih dengan cerita dibulan desember.. Seandainya kamu tau luka yang kamu tinggal kan  masih membekas disini dan bodohnya aku masih mencintaimu. Ahh seandainya saja melupakanmu segampang memformat data dihape, aku gabakalan semenyedihkan sekarang. Kadang pengen jadi orang yang apatis, tapi aku cuman perempuan biasa yang punya rasa! Mungkin aku terlalu naif! bahwa ketika kita mencintai seseorang dengan tulus seseorang itu akan merasa demikian, ahh shit! Terima kasih untuk seseorang dibulan desember, luka yang kau berikan kini menjadikan ku semakin mengerti apa itu ketulusan. Terima kasih untuk seseorang dibulan desember, bahwa jangan terlalu mudah percaya sama orang. Terima kasih untuk seseorang dibulan desember, bahwa kebahagian dan luka selalu beriringan.

Akhir? kurasa bukan

S an gat bisa ku mengerti mengapa kau dengan tega membunuh rasa yang dulu sempat singgah, tak seindah cerita dalam dongeng memang tapi ingat kah engkau, pernah kita tertawa dan bahagia dalam rasa yang mungkin kini telah mati. Dan ku rasa ini bukan akhir, ini mungkin jalan terjal menuju kebahagiaan Dari dulu pun aku tak pernah menjanjikan kebahagiaan untuk mu, karena aku pun sadar entah bisa atau tidak aku memberi kebahagiaan itu untuk mu. "kita yang bikin kebahagiaan itu kita sendiri" kira-kira seperti itu kata mu dulu, hati ini tersenyum lebar selebar pintu neraka akan menerima ku saat kau mengucap kata tersebut. Aku tau ini salah ku. Mungkin jika dulu aku tak masuk ke dalam kehidupan mu kau tak kan merasa sesakit sekarang, tapi percayalah jika aku pun tak pernah ingin kau terluka dan menangis. Sebisaku ku coba tuk hapus air mata mu, mungkin berhenti mengalir namun aku tak pernah tau perasaan mu. Terlalu banyak kau sembunyikan rasa dari ku karena aku tau saat ceria dan t...

Mengertikah kamu, jika kepergian selalu menyisakan luka ?

Pernahkah kamu berpikir bahwa mungkin saat itu kamu adalah sosok yang seharusnya belajar bagaimana menghargai perasaan? Seharusnya tak perlu kamu membuang waktumu untuk sesuatu yang akhirnya akan kamu tinggalkan. Berulang kali kau meninggalkan perempuan baik baik yang selalu menemani. Kamu belum menyadari bahwa ialah sosok yang selama ini berjuang untuk mendukung semua cita citamu. Mengertikah kamu jika kepergian selalu menyisakan luka? nampaknya kamu lupa bahwa dia perempuan biasa yang bisa terluka. Ia mempertahankan keberadaannya, mempertahankan seseorang yang jelas jelas tidak mau digenggam. Penyesalan sedalam apapun rasanya tak akan membuatnya kembali. Kini bisa kamu lihat sekarang ia telah bahagia dengan lelaki pilihannya — yang jelas tak akan pernah mencoba dengan sengaja untuk meninggalkannya. Biarkan aku memberitahumu sesuatu. Untuk apa kamu sibuk mencari perempuan yang melengkapi jika selama ini ia ada di sisi? Sekali perempuan baik-baik sudah datang menghampiri, apa lagi yan...

Akhir bahagia bukan milik kita

Tidak mampu aku pungkiri, aku ingin jadi bagian dari hidupmu, tidak peduli apa yang harus aku lakukan dan pertaruhkan. Tapi semakin aku gapai dan aku genggam, bayanganmu semakin menghilang hanya menyisakan kekosongan. Kini aku menyadari satu hal bahwa, kau dan aku tidak pernah ditakdirkan untuk berada dalam kisah yang sama. Percaya atau tidak begitulah kenyataannya. Semakin keras aku genggam akan semakin sakit, itu terjadi dari hati kehati. Takdir kita memang sudah jelas berbeda, kita sama sama mencoba bertahan dengan satu alasan yaitu CINTA. Tapi nyatanya jalan yang kita lalui selalu banyak duri, lantas kenapa kita tidak menyerah saja ? iya menyerah dengan takdir yang sudah tersirat. Semua itu sudah jelas kita tidak akan pernah bisa menyatu. Sama halnya dengan kita berjalan diatas pecahan kaca, karena setiap langkah kita hanya akan menuai luka. Mungkin kita terlalu bodoh, jika kita masih mengelak apa yang sudah ditakdirkan allah untuk kita. Maka coba berhenti dan renungkan...

Sebatas Mengingat

Bertemu di tanggal 8 untuk ke 39 kalinya dengan status yang berbeda. Bukan hal yang mudah melepas sesuatu yang hampir tergenggam. Kamu tahu? Kupu kupu rindu ini belum menemukan bunganya sendiri. Mungkin kita hanya sebatas apa yang disimpan hujan pada awan mendung tapi tak jatuh, iya hanya sebatas itu. Masih teringat jelas pesan singkatmu, katamu ;  "kamu adalah hal pertama yang aku ingat saat ku membuka mata dan hal terakhir yang aku bayangkan saat aku menutup mata."  dan kini pesan singkatmu terasa semu dan abuabu.