Akhir? kurasa bukan
Sangat bisa ku mengerti mengapa kau dengan tega membunuh rasa yang dulu sempat singgah, tak seindah cerita dalam dongeng memang tapi ingat kah engkau, pernah kita tertawa dan bahagia dalam rasa yang mungkin kini telah mati.
Dan ku rasa ini bukan akhir, ini mungkin jalan terjal menuju kebahagiaan
Dari dulu pun aku tak pernah menjanjikan kebahagiaan untuk mu, karena aku pun sadar entah bisa atau tidak aku memberi kebahagiaan itu untuk mu. "kita yang bikin kebahagiaan itu kita sendiri" kira-kira seperti itu kata mu dulu, hati ini tersenyum lebar selebar pintu neraka akan menerima ku saat kau mengucap kata tersebut.
Aku tau ini salah ku. Mungkin jika dulu aku tak masuk ke dalam kehidupan mu kau tak kan merasa sesakit sekarang, tapi percayalah jika aku pun tak pernah ingin kau terluka dan menangis.
Sebisaku ku coba tuk hapus air mata mu, mungkin berhenti mengalir namun aku tak pernah tau perasaan mu.
Terlalu banyak kau sembunyikan rasa dari ku
karena aku tau saat ceria dan tawa yang kau tunjukan jauh di dasar hatimu kau menangis.
Ribuan maaf yang ku ucap tentu tak mengobati sakit yang kau rasa, orang bilang "meminta maaf lebih mudah daripada memaafkan" yaa, aku setuju.
Entah mengapa begitu sulit kulepaskan rindu yang kian menggebu, terlalu segan untukku mengutarakan apa yang ku rasa. Mungkin ini bagian kecil dari hukuman yang pantas ku terima.
Namun aku bukanlah kamu yang terlalu menuruti keadaan.
Dan ku rasa terlalu cepat untuk mu mengatakan bahwa kebahagiaan bukanlah milik kita.
Repost : DM
Repost : DM
Posting e sedih sedih terus ya..
BalasHapusTitip maning lah
http://epuldsj.wapka.me